Minggu, 12 Januari 2014

Bersamamu



Ada banyak ingatan yang berlarian tentang kamu, 
yang tak dapat di tulis dalam sebuah ingatan,  juga tak bisa di habisi oleh sebuah luka.
Tuan , hati ini adalah perasa yang sangat peka .
jika sebuah luka kau tiupkan  dia (luka) akan  seperti  gerakan udara  arah aerodinamis  yang menyentuh pelan namun sakitnya sungguh menyayat pada hati .
Aku tersenyum heran ,
 tertegun dengan pengakuan sebuah kejujuran yang jumawa namun juga membawa derita.
Sebelumnya, Adalah kamu seperti senja yang selalu mengindahkan setiap pandangan mata, sebelum malam membuat duka. Tapi…….
 Apakah aku  telah tersesat pada labirin  tentang kita ?
Hingga  kamu telah berkali-kali ganti cinta.
Bisakah aku menjadi akhir yang menyenangkan pada buku hatimu ?
Ataukah aku menjadi awal yang inin segera kau lewati ? gumamku’’’’
Lihatlah kepada nyata,
 perihal patah hati wanita ialah penyimpan paling rapi.
Dua ,tiga,empat, bahkan lima luka yang menggigit tajam hatinya,menelan paksa paitnya nyata, menahan rancu air di pusaran mata namun bibir akan tersenyum dan mengeluarkan kata  “aku tidak apa-apa” . 
Aku akan lebih membiarkan rasa menyetubuhi paksa pada hati ini
dan memuntahkan duka yang kamu hadiahkan dalam sebuah pengakuan lewat kejujuran,
Trimakasih dan sungguh aku menghargainya-
Biar , biarlah waktu yang menunjukan tentang kebodohan rasaku padamu.
Dan aku akan tetap menjadi DOA dan kamu AMINKU ,KITA adalah harapan yang menunggu rekomendasi Tuhan, karena aku tak pernah tau apa yang Tuhan rencanakan kecuali Dia yang menentukan , perpisahan ini tidak akan ku beri jalan. Namun aku harap, Ia tersenyum ketika melihat KITA yang tetap berjuang bersama , Semoga……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar