Minggu, 12 Januari 2014

Beranjaknya aku dewasa



Sekelebat aku pandang lipatan kerutan pada wajahnya, memperhatikan setiap langkah kakinya yang mulai lamban untuk berjalan, memperhatikan postur tubuhnya yg sudah tidak tegap lagi seperti 19 tahun lalu saat dia menggendongku kesana dan kemari hingga aku bisa berjalan sendiri. Sementara, aku heran masih saja dia menyimpan  lingkar senyum lembut nan tulus yang terus menghiasi bibirnya padahal aku tau selama 19 tahun lamanya banyak sekali derita pilu dalam perjuangannya yang melelahkan. banyak sekali yang ia ajarkan kepadaku tapi sedikit sekali bahkan nyaris ku lupakan semua nasehatnya saat aku berhadapan dengan kesenangan. Kenapa kamuu ini, ?? apa kamu tidak sadar ?? kamu akan menjadi penggantinya, meneruskan namanya, apa kamu tidak bersyukur ?? telah di lahirkan di dunia olehnya dengan berbagai macam kesakitan dan air mata kecemasan . mereka hanya berharap kamu akan menjadi pelita berjuta harapan baik yang membaggakan. Memori selama 19 tahun lalu, kamu selalu di timangnya dalam pelukan kasih sayang yang menghangatkan, belaian lembut berupa segala pengajaran baik darinya agar nanti kamu menjadi putri yang kamil hingga dewasa nanti, banyak sekali tawaran janji-janji yg di lontarkan padaku saat usiaku masih 7 tahun “ nak, mau janji sama ayah mama kalau nanti sudah besar akan menjadi putri yang membanggakan ??” lalu dengan tegap semangat “iyyaaah, nanti kalau sudh gede adek mau beli pesawat buat mama sama ayah” sembari mencium kecil pipinya. Tapi setelah menginjak usia 17 tahun “nak, samean sudah besar ingat belajarnya” lalu, apa jawabanku ‘ malesss ahhh yah!!!!”
Aku sering sekali tidak peka untuk merasakan hantaman rasa sakit di hatinya dr ucapanku dan tingkah lakuku sendiri yang tidak pernah aku fikirkan sebelumnya. Banyak sekali kesalahanku pada mereka yang kalau di tulis tidak akan muat, yang kalau di fikirkan tidak akan pernah ada habisnya, yag kalau di ceritakan tidak akan pernah ada ujungnya.bagaimana cara menghapus gurat kesedihan dari matamu dan mengenyahkan gores-gores beban dari punggungmu Ma??  Sudah cukup aku tidur pada mimpi-mimpi hayalan, selanjutnya pada masa-masa yag memendam janji-janji suksesku dulu, akan ku gali paksa hanya untuk orang yang terkasih :
Mama, mama, mama, dan Ayah
Pada peluk kalian, milyaran rindu jatuh bebas .



Tidak ada komentar:

Posting Komentar