Sekelebat aku
pandang lipatan kerutan pada wajahnya, memperhatikan setiap langkah kakinya
yang mulai lamban untuk berjalan, memperhatikan postur tubuhnya yg sudah tidak
tegap lagi seperti 19 tahun lalu saat dia menggendongku kesana dan kemari
hingga aku bisa berjalan sendiri. Sementara, aku heran masih saja dia
menyimpan lingkar senyum lembut nan
tulus yang terus menghiasi bibirnya padahal aku tau selama 19 tahun lamanya
banyak sekali derita pilu dalam perjuangannya yang melelahkan. banyak sekali
yang ia ajarkan kepadaku tapi sedikit sekali bahkan nyaris ku lupakan semua
nasehatnya saat aku berhadapan dengan kesenangan. Kenapa kamuu ini, ?? apa kamu
tidak sadar ?? kamu akan menjadi penggantinya, meneruskan namanya, apa kamu tidak
bersyukur ?? telah di lahirkan di dunia olehnya dengan berbagai macam kesakitan
dan air mata kecemasan . mereka hanya berharap kamu akan menjadi pelita berjuta
harapan baik yang membaggakan. Memori selama 19 tahun lalu, kamu selalu di
timangnya dalam pelukan kasih sayang yang menghangatkan, belaian lembut berupa
segala pengajaran baik darinya agar nanti kamu menjadi putri yang kamil hingga
dewasa nanti, banyak sekali tawaran janji-janji yg di lontarkan padaku saat
usiaku masih 7 tahun “ nak, mau janji sama ayah mama kalau nanti sudah besar
akan menjadi putri yang membanggakan ??” lalu dengan tegap semangat “iyyaaah,
nanti kalau sudh gede adek mau beli pesawat buat mama sama ayah” sembari
mencium kecil pipinya. Tapi setelah menginjak usia 17 tahun “nak, samean sudah
besar ingat belajarnya” lalu, apa jawabanku ‘ malesss ahhh yah!!!!”
Aku sering
sekali tidak peka untuk merasakan hantaman rasa sakit di hatinya dr ucapanku
dan tingkah lakuku sendiri yang tidak pernah aku fikirkan sebelumnya. Banyak
sekali kesalahanku pada mereka yang kalau di tulis tidak akan muat, yang kalau
di fikirkan tidak akan pernah ada habisnya, yag kalau di ceritakan tidak akan
pernah ada ujungnya.bagaimana cara menghapus gurat kesedihan dari matamu dan
mengenyahkan gores-gores beban dari punggungmu Ma?? Sudah cukup aku tidur pada mimpi-mimpi
hayalan, selanjutnya pada masa-masa yag memendam janji-janji suksesku dulu,
akan ku gali paksa hanya untuk orang yang terkasih :
Mama, mama,
mama, dan Ayah
Pada peluk
kalian, milyaran rindu jatuh bebas .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar